Jumat, 14 Maret 2014

perpustakaan sukorejo

foto hanya ilustrasi

     Sebagian orang beranggapan kalau ada kata perpustakaan, maka akan terbayang buku atau majalah.seperti halnya pemikiran saya dulu. Namun dengan semakin canggihnya teknologi informasi anggapan tersebut seharusnya kurang tepat, dengan tidak bermaksud menghilangkan fungsi awal dari perpustakaan, yaitu diantaranya menyediakan koleksi baik tercetak maupun non cetak, perpustakaan saat ini sudah banyak dilengkapi dengan teknologi modern. Audio visual, internet. dan berbagai perangkat teknologi informasi lainnya telah menghiasi ruang perpustakaan. Perpustakaan yang tidak mau merubah dirinya, maka akan ditinggalkan oleh pengunjungnya, karena dengan browsing di kamar tidur atau ditempat-tempat mengasyikan baik cafe, maupun mall, kita dapat menelusur berbagai informasi, baik dari perpustakaan maupun dari berbagai tempat lainnya Bekerja yang terus menerus di suatu tempat tentu suatu saat akan mendapatkan kejenuhan. Untuk mengatasi hal tersebut ada beberapa cara, diantaranya adalah dengan kreativitas dan inovasi.

dalam kehidupan ini Jangan hanya melulu rutinitas yang dikerjakan, tetapi coba dengan berbagai alternatif yang sekiranya memberikan suatu perubahan (inovasi), atau juga bentuk kreativitas. Inovasi di perpustakaan dapat dilakukan pada berbagai jenis layanan, misal untuk pelayanan: Perpustakaan saat ini harus sudah dilengkapi dengan seorang jasa bimbingan plus konsultasi, yang dapat merujuk kebutuhan pengunjung untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam perkuliahan. Di perpustakaaan banyak dijumpai mahasiswa yang mengalami kesulitan ketika menghadapi tugas akhir, disinilah peran pustakawan harus dapat membantu menuntut dan memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengunjung perpustakaan. Hal ini perlu diterapkan perpustakaan-perpustakaan sebagai bentuk palayanan prima agar para pengunjung terpuaskan, jadi tugas pustakawan pun membantu para pemustaka tentang bagaimana menulis sebuah karya tulis ilmiah dan cara mengolah data-data yang dibutuhkan Demikianlah salah satu bentuk inovasi di perpustakaan, tentunya masih banyak inovasi yang lainnya yang dapat digali di perpustakaan.

dan tentu saja hal demikian bergantung pada kemampuan atau besaran angaran dana yang dibutuhkan,karena tentunya bisa menghabiskan biaya yang tidak sedikit.kalo kita menengok negara negara tetangga yang dimana perpustakaan mereka jauh lebih maju dari pada perpustakaan di negri kita tercinta.Hal yang saya uraikan diatas,sangatlah sulit dicapai untuk perpustakaan desa,yang dimana keterbatasan anggaran sekaligus kurangnya perhatian dari pemerintah dan pihak yang berkepentingan di dalamnya.namun tidak hanya itu,terkadang banyak perpustakaan yang kurang cerdas dalam mencari inovasi di dalam meningkatkan minat baca.mereka hanya berkutat pada buku dan buku,sehingga perpustakaan yang diharapkan menjadi SUMBER INFORMASI, PENDIDIKAN, PENELITIAN DAN REKREASI KELUARGA,akan sangat sulit tercapai.



                                           

sekarang saya bawa anda jalan jalan kesebuah perpustakaan mini yang ada didesa sukorejo kec buduran kab sidoarjo.perpustakaan taman ilmu masyarakat namanya.walau perpustakaan tersebut terbilang sangat kecil dan menghadap kesawah dan tanahnya yang masih sengketa,namun perpustakaan ini terbilang unik daripada perpustakaan desa yang sewilayah di sidoarjo,begitulah nama singkatan pada saat diadakan lomba ngasih nama perpustakaan melalui layanan sms.dan antusias masyarakatpun sangat besar yang tertarik untuk memberi nama,itu terbukti dari banyaknya urun rembug melalui sms yang masuk ke tim panitia pembentukan nama.dan hasilnya terpilih menjadi perpus tim.

  perpustakaan taman ilmu masyarakat

sejarah singkat....berawal dari rumah hantu.

Barangkali     sudah bosan hidup bertetangga dengan keangkeran dan hewan malam, atau rasa frustasi seorang M. Fauzi yang selama ini berharap dapat masuk sebuah program televisi swasta. Ya, DUNIA LAIN sebuah Acara yang sangat populer di masyarakat sekarang ini. Betapa tidak, selama 2 tahun dia selalu berteman hanya dengan suara-suara binatang malam, jangankan tengah malam, selepas matahari terbenam saja suasana seram sudah terasa di bangunan sebelah Rumahnya. Sebuah bekas bangunan POLINDES yang sudah tidak digunakan lagi.


Foto lama ( kiri )sebelum di bersihkan dan renovasi

Polindes yang dulu selalu dikunjungi masyarakat Sukorejo untuk memeriksakan kesehatan ataupun berobat, sudah tidak berpenghuni lagi, Bangunannya sudah usang dimakan usia, tembok dan cat yang sudah mengelupas disana-sini, hanya menjadi tempat hidup bagi koloni laba-laba, tikus,bahkan mungkin hanya para jin dan dedemit saja yang mau tinggal disitu.

M. FAUZI YANG GILA

Beberapa teman-temannya menganggap dia seperti Orang Gila, betapa tidak dia yang hanya sesosok penjual jamu keliling, berpikir untuk mencoba membuat lingkungannya kedepan menjadi terarah dan lebih baik, merubah sebuah RUMAH HANTU menjadi sebuah tempat yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama generasi muda dan anak-anak. Dia merupakan salah satu sosok pelopor pendiri perpustakaan yang berada di desa sukorejo buduran sidoarjo. Diawali dengan omong – omongnya bersama seorang teman yang dia anggap juga peduli dengan sosial kemasyarakatan, dia tidak mau berfikir panjang, dia terperanjat untuk dapat menggunakan bangunan tersebut menjadi sebuah perpustaakaan dan sarana belajar bagi sesama guna menyongsong hidup kebersamaan dan masa depan lingkungan yang lebih baik dan terarah. dengan omong omong kecil dengan kepala Desa sukorejo.

M. Fauzi - Bukan hanya seorang penjual jamu, tapi juga seorang Petani tulen

 M.FAUZI menyampaikan gagasannya untuk menggunakan bangunan tersebut sebagai perpustakaan, Gayungpun bersambut, dan bapak kepala desa pun mengiyakannya idenya itu. maka baim langsung membersihkan bangunan tersebut dari berbagai macam kotoran dan debu yang bersemayam di tempat tersebut.

BUKU ROMBENG DAN BEBERAPA LEMBAR KITAB

Berawal dari beberapa buah buku yang dia beli dari tukang loak dan kitab bekas dia nyantri dulu M.fAUZI kemudian menatanya didalam salah satu ruangan menjadi 3 susun. lalu dia mengajak anak-anak Sekolah Dasar kelas VI dan anak anak yang mengaji untuk masuk kedalam perpustakaaan tersebut. Dengan keyakinannya dia sampaikan kepada anak-anak itu pasti ada orang lain yang mau bersama-sama didalam cita-cita mulianya.mereka ingin agar anak-anak kelas VI yang akan menghadapi ujian akhir sekolah, yang sebagian kurang beruntung itu dapat mendapatkan bimbingan belajar gratis untuk meningkatkan kemampuan mereka menghadapi ujian akhir sekolah.


Beberapa buku usang dan kitab koleksi bekas nyantri









DUNIA TAK SELEBAR DAUN KELOR

Siapa yang menyangka, kebiasaan seorang  M.Fauzi bermain di dunia maya ternyata membawa hikmah tersendiri, dari perkenalannya dengan teman-temannya dari dunia maya ternyata membuat beberapa orang simpati dan memberikan donasi karena peduli dengan apa yang sedang dia kerjakan.Dia  lalu  memanfaatkan uang amanat tersebut untuk membeli alat-alat listrik dan cat untuk sedikit merubah wajah dan isi perpustakaan itu agar menjadi lebih baik. Bukan hanya dana yang dia dapat, dua orang temannya RYANTO, mantan Koordinator Lembaga Keswadayaah Masyarakat Sukorejo Guyub Makaryo dan Nikmah Chomsari Seorang Fasilitator Di PNPM MANDIRI bahkan rela meluangkan waktu mereka untuk memberikan Bimbingan belajar mata pelajaran sekolah yang di ujikan dalam ujian akhir sekolah semuanya secara GRATIS, bahkan tak jarang mereka justru memberikan konsumsi dan hadiah kepada anak-anak yang ikut Bimbingan tersebut.

 

Riyanto – salah satu Relawan (kiri) ,  Nikmah chomsari sedang memberikan Bimbingan Belajar GRATIS




ALAM TUJUAN UTAMA

PERPUSTAKAAN yang sekarang dikelola bersama anak-anak sekolah dasar itu tidak hanya berkutat pada dunia pendidikan dan buku saja, tetapi banyak juga kegiatan didalamnya seperti program menanam di ikuti oleh beberapa masyarakat, sebagian bapak-bapak dan khususnya anak anak. dalam kegiatan menanam tersebut mereka menanam  bibit pinang dan jeruk nipis untuk ditanam disepanjang jalan depan perpustakaan. Mereka berpikir kepandaian dalam ilmu dan pendidikan serta keberhasilan dalam materi tidak akan ada gunanya bila tidak peduli dengan alam.





                                 Anak-anak kita menanam bibit pohon bersama relawan


Bahkan mereka sedang berangan – angan menciptakan sebuah kegiatan yang langsung bersentuhan dengan alam (OUTBOND). Mereka ingin nanti perpustakaan itu mampu memberikan ketrampilan khusus kepada masyarakat bukan hanya masyarakat sekitar perpustakaan atau yang hanya didesa |Sukorejo saja, tetapi masarakat luas tentang cara mengolah jamu tradisional, mulai dari menanam tanaman toga, membuat jamu, sampai dengan memahami menggali manfaat yang dikandung oleh berbagai jamu dilakukan langsung dari pohon dan diolah ditempat itu. Juga mereka berkeinginan agar orang-orang yang sekarang berada dan belajar di perpustakaan ini pada akhirnya menjadi Relawan-relawan yang siap bebagi ilmu dan beramal demi masyarakt dan juga kelestarian alam. Semoga cita-cita mulia anak-anak kita ini bisa terwujud, amin.



PERPUS TIM.....mereka menyebut dan mengenalnya.....
berbagai program yang tidak hanya seperti sejarah singkat diatas,kini perpustakaan mini ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang diharapkan dapat mendukung berkembangnya perpustakaan desa,dalam rangka mencerdaskan dan memberikan kemanfaatan kepada masyarakat sukorejo khususnya dan masyarakat pada umumnya.

1.komputer:
 walaupun jumlahnya hanya tiga buah,namun siapa saja yang pingin akses internet dengan tujuan mencari ilmu,maka mereka dapat memakai komputer tersebut dengan gratis,tanpa biaya apapun,sedang bagi mereka yang ingin mengakses dengan tujuan lain,maka harus membayar uang 2000 rupiah untuk tiap satu jamnya.disamping itu ada juga layanan wifi untuk mereka yang tidak mau memakai komputer,biasanya mereka yang mempunyai laptop maupun hp yang bisa atau ada layanan wifi.itu semua gratis.
 


2.bimbel:
bimbel<bimbingan belajar>ini juga masih merupakan layanan yang gratis untuk anak anak.




3.pemberdayaan ekonomi:
untuk program pemberdayaan ekonomi kita bekerja sama dengan lembaga yang ada di pemerintahan.untuk program yang sudah kita adakan yaitu pelatihan pembuatan pakan burung,dan sekaligus di launching di depan perpustakaan.





4.perpustakaan keliling:
dari berdiam diri,perpustakaan taman ilmu masyarakat,mencoba mendatangi beberapa tempat.dengan gerobak atau rombong jamu sebagai penampung buku buku yang jumlahnya hanya terbatas,namun hal itu tidak menyurutkan semangat relawan perpus untuk mengantarkan bacaan bacaan yang bermanfaat ke beberapa tempat yang dirasa cukup strategis diseputaran desa sukorejo.seperti pos kamling,atau warkop warkop dan gang gang pemukiman yang padat penduduk.karena hanya menunggu,merupakan hal yang sangat sulit untuk didatangi pembaca.berkeliling merupakan alternatif.namun keterbatasan jumlah buku,terkadang membuat relawan sering di ejek,walau dengan becandaan.BUKUNE KOK PANCET AE.inilah yang membuat relawan semangat dan termotifasi,karena ternyata kita mendapat perhatian dan sorotan.untuk perpustakaan keliling,kita sudah punya langganan di beberapa tempat seperti pos kamling atau tempat yang lainnya seperti gambar pada foto di bawah ini.
di salah satu pos kamling,namun ada yang lebih seru dan layak di tiru,dari yang hanya itu.
seperti yang akan saya tuliskan di bawah ini.


  Guna lebih dekat kepada masyarakat,kini perpustakaan taman ilmu masyarakat.bekerja sama dengan beberapa warung kopi yang ada di desa sukorejo buduran sidoarjo,guna menyebarkanvirus gemar membaca,karena menurut kami.banyak orang yang gemar membaca,namun mereka enggan untuk datang keperpustakaan.mungkin dikarenakan banyak hal atau memang mereka kurang merasakan manfaat adanya perpustakaan secara langsung.sehingga kami berupaya semaksimal mungkin,agar virus gemar membaca ini dapat menjangkau mereka semua,dengan sedikit perubahan strategi,dari berdiam diri lalu berubah mendatangi tempat tempat yang sering mereka datangi,seperti poskamling atau warung kopi.
  Mungkin,cara inilah yang paling efektif untuk menyebarkan budaya membaca bagi wilayah kami,perpustakaan yang masih merangkak agar bisa berjalan dengan baik.memang pertama kalinya sulit juga dan ada keraguan pada saat mendatangi warung lalu menerangkan tujuan kita menitipkan beberapa buku ke warung mereka.alhamdulilah,merekapun mempersilahkan dan merespon dengan baik.ada juga yang bertanya,bagaimana bukunya kalo ada yang hilang?apakah saya harus ganti?itulah yang dikatakan salah seorang penjaga warung....jawab kami,insya allah bukunya tidak akan hilang,asal kita saling menjaganya dengan baik.
lalu seminggu berikutnya,kita tukar buku yang ada dengan buku baru,dan alhamdulilah bukunya masih utuh semua tidak ada yang hilang,disamping itu ada juga penjaga warung,sebut saja muchsin yang menjaga warung di rt 10 dia meminta buku tentang ternak ayam dan ikan kepada kami,karena dari pengunjung warungnya ada yang ingin membaca buku itu.
 setidaknya,itu membuktikan dan menjadikan kami sangat semangat guna meningkatkan budaya membaca di wilayah kami.sebelum ide ini muncul,kami juga pernah melakukan perpustakaan keliling ke beberapa tempat seputaran desa kami,,


itu adalah sebagian kecil masyarakat yang sangat antusias,pada saat kami keliling.memang,pada awalnya kita sangat malu sekali,karena menawarkan beberapa buku bacaan ke pada anak anak dan orang orang yang kebetulan sedang ramai sekali di salah satu pos desa sukorejo.setelah sekitar 15 menit,pembaca,mulai bermunculan satu demi satu.kami sangat bangga banget.

PROGRAM YANG LAYAK DI TIRU,,,


saya uraikan secara rinci apa yang bisa kita perbuat.



Mencerdaskan Masyarakat Melalui BMW PK (Buku Masuk Warung dan Pos Kampling)

A. Latar Belakang
a. Secara umum tingkat baca masyarakat kita sangat rendah.
- Prosentase minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,01 persen. Artinya dalam 10.000           orang hanya 1 orang saja yang memiliki minat baca.
- Tingkat minat baca masyarakat Indonesia masih jauh ketinggalan dibanding negara lain seperti Jepang yang mencapai 45 persen dan Singapura 55 persen,
- Tercatat satu buku dibaca sekitar 80.000 penduduk Indonesia.
- Tercatat tahun 2011 produksi buku di Indonesia sekitar 20.000 judul buku. Jika dibandingkan dengan penduduk Indonesia yang sekitar 240 juta, angka ini sangat memiriskan. Satu buku dibaca 80.000 orang. Jumlah ini sangat tidak masuk akal.
- Di Thailand, hingga tamat dari SMA seorang siswa harus tamat membaca buku hingga 5 Judul (1986-1991). Sementara di Malaysia 6 judul Buku (1976-1980), Singapura 6 judul buku (1982-1983), Jepang 15 judul buku (1969-1972). Negara-negara maju seperti Jerman, Perancis, Belanda mewajibkan siswa SMA harus menamatkan hingga 22-32 judul Buku (1966-1975). Sedangkan di Indonesia, pada tahun 1950-1997 nol buku atau tidak ada kewajiban untuk menamatkan satu judul buku pun. Dan kondisi ini masih berlangsung hingga sekarang.
b. Semua pihak harus bergerak untuk mengampanyekan budaya gemar membaca di kalangan masyarakat. Masyarakat perlu digugah kesadarannya agar meluangkan waktu untuk membaca buku sesuai dengan minat dan kemampuannya.
c. Selama ini pemerintah, swasta dan aktivis LSM sudah berupaya
- Mendirikan taman baca-taman baca di tempat yang bisa dijangkau masyarakat.
- Perpustakaan daerah menggalakkan mobil keliling yang bisa menjangkau daerah-daerah yang kurang fasilitas dan minat bacanya.
d. Namun, selama ini hasilnya belum maksimal.
- Masyarakat masih sedikit yang mendatangi taman bacaan dan mobil keliling.
- Alasannya bermacam-macam adanya karena malu, malas, jaraknya masih terlalu jauh, dan tak punya waktu luang.
e. Masih membutuhkan upaya yang lebih keras dan inovatif untuk mendekatkan jarak lagi anatara masyarakat/publik dengan buku.
- Masih perlu kiat agar orang tak susah payah untuk mendapatkan fasilitas bacaan.
- Harus membuat strategi agar buku mudah diakses dan membuat masyarakat tertarik dengan buku,
f. Beberapa pihak sudah mengembangkan jemput bola dengan menyediakan fasilitas buku bacaan di salon, restoran, bandara, rumah sakit, klinik, kantor swasta/pemerintah dan tempat pelayanan publik lainnya. Namun, upaya itu hanya menyentuh kalangan atas secara ekonomi maupun pendidikan.
- Masyarakat kelas bawah belum menikmati fasilitas seperti itu.
g. Sampai detik ini belum ada buku bacaan (yang dikelola dengan baik) masuk ke warung kopi, warung nasi, warung jajan, pos kamling, dan tempat-tempat yang selalu didatangi masyarakat kecil.
h. Kalau kita mau berfikir lebih mendalam warung dan pos kamling adalah tempat strategis yang efektif dan efisien untuk menggalakkan budaya membaca.
i. Alasannya kenapa harus warung adalah sebagai berikut
- pertama, warung selalu dikunjungi setiap hari oleh masyarakat baik pagi, siang, atau malam.
- Kedua, warung memiliki tempat yang relatif nyaman untuk membaca buku sebab sudah ada fasilitas meja dan kursi.
- Ketiga, warung sudah memiliki bangunan minimal semi permanen yang bisa melindungi buku dari hujan dan panas.
- Keempat, warung sebenarnya juga membutuhkan bahan bacaan. Sebab, berdasarkan survey kami, warung yang ada fasilitas bacaannya lebih ramai daripada yang tidak ada bacaannya. Pengunjung datang ke warung tidak sekedar menikmati makanan tapi juga ingin membaca. Jadi akan ada sismbiosis mutualisme antara pemilik warung dengan pemilik buku.
- Kelima, pengunjung memiliki waktu luang (ada waktu kosong) untuk membaca buku. Waktu kosong itu saat menunggu dilayani, selesasi makan, menunggu antri bayar. Jadi orang tak perlu menyisihkan waktu secara khusus untuk membaca. Istilahnya sambil menyelam minum air.
- Keenam, karena ada simbiosis mutualisme maka pemilik warung pun akan merasa ikut memiliki buku itu (sense of belonging) sehingga diharapkan pemilik juga akan menjaga keberadaan buku itu.
. Selanjutnya mengapa harus pos kamling,
- alasannya hampir sama dengan warung tapi segmennya yang berbeda.
- Segmen pos kamling adalah untuk laki-laki dan waktunya malam hari.
- Biasanya orang yang ada di pos kamling hanya duduk sambil menghabiskan waktu malam. Selama menghabiskan waktu itu mereka melakukan aktivitas yang kurang bermanfaat dan cendrung sia-sia seperti ngerumpi, main gaple, main catur, dan hal-lal lain.
- Oleh karena itu mereka sebenarnya butuh alternatif untuk mengisi waktu tersebut. Dan, buku adalah alternatif terbaik bagi mereka.
k. Perlu dipahami juga bahwa untuk menjalankan program Buku Masuk Warung dan Pos Kamling ini sederhana dan tidak ruwet.
- Tidak membutuhkan dana yang besar
- Bisa dilaksanakan secara perorangan maupun secara kelompok
- Bisa dilaksanakan kapan saja
- Yang dibutuhkan adalah komitmen, kemauan, dan kepedulian

B. Nama Ide
Ide ini bernama : Mencerdaskan Masyarakat Melalui BMW PK (Buku Masuk Warung dan Pos Kamling)

C. Tujuan
Berdasarkan latar belakang diatas tujuan ide ini adalah sebagai berikut :
a. Memberi wahana atau tempat dan fasilitas buku bacaan yang mudah dan murah untuk diakses masyarakat khususnya kelas bawah.
b. Memberikan alternatif kepada masyarakat untuk mengisi waktu yang kosong dengan kegiatan yang       bermanfaat
c. Meningkatkan minat baca masyarakat/membudayakan membaca
D. Manfaat Ide
    Manfaat Ide adalah sebagai berikut:
a. Masyarakat akan mudah mengakses buku bacaan yang bermanfaat sesuai dengan minat dan               kebutuhannya
b. Masyarakat mendapat alternatif untuk mengisi kekosongan waktunya
c. Tingkat baca masyarakat akan meningkat

E. Teknis Pelaksanaan

Berikut ini teknis pelaksanaan ide ini
1. Relawan BMW PK mendata warung dan pos kamling yang akan jadi sasaran
2. Kriteria warung yang layak jadi sasaran adalah
a. pemiliknya memiliki karakter yang baik dan goddwill terhadap program BWK PK sebab tak semua pemilik warung kooperatif
b. kondisi warung permanen/semi permanen. Setidaknya terlindung dari hujan agar buku tetap dalam kondisi yang baik
c. memiliki pengunjung yang relatif banyak dan tetap. Ini hanya prioritas jika relawan memiliki keterbatasan buku
3. Relawan BMW PK mendatangi pemilik warung dan menjelaskan program BMW PK. Penjelasan harus persuasive dan dengan bahasa yang bisa dipahami oleh pemilik warung (disesuaikan dengan tingkat pendidikannya)
4. Relawan BMW PK membuat persetujuan dan kesepakatan bersama dengan pemilik warung yang meliputi hak dan kewajiban kedua belah pihak berkaitan dengan program BMW PK. Kesepakatan dan persetujuan jangan terlalu formal dan mengikat sebab pemilik bisa menolak jika terkesan program BMW PK ruwet.
5. Relawan mendata secara umum pengunjung untuk menentukan jenis buku yang tepat untuk ditempatkan di warung .
6. Jenis buku yang akan ditempatkan di warung disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, dan kesenangan/hobby pengunjung warung
7. Relawan BMW PK menyiapakan tempat untuk mendisplay buku agar terjaga dan kelihatan rapi
8. Tempat buku bisa berupa rak, kardus, plastik, dan wadah lainnya
9. Tempat buku dibuat semenarik mungkin agar orang tertarik untuk membaca bukunya
10. Buku diberi stiker dengan tulisan “Untuk dibaca di tempat. Jangan di Bawa Pulang”
11. Relawan BMW PK mengecek kelengkapan buku( lengkap atau tidak), dan mengganti buku secara berkala minimal seminggu sekali.
12. Untuk mengetahui minat pengunjung disediakan form pesanan buku yang diisi oleh pengunjung warung
13. Untuk mengetahui jumlah pembaca disediakan alat tulis dan buku daftar pembaca buku untuk diisi pengunjung
14. Untuk memotivasi dan menarik pengunjung agar mau membaca buku, secara berkala bisa dilakukan promosi dengan mengadakan kuis seputar pengetahuan yang ada dalam buku. Yang benar akan mendapatkan hadiah, misal discount 500 sd 1000 atau bonus camilan senilai Rp 500 sd Rp 1.000 di warung tersebut. Jadi tetap bisa saling menguntungkan dengan pemilik warung.
15. Untuk menyiasati keterbatasan buku maka relawan BMW PK bisa menggilir buku dari warung/pos satu ke warung/ yang lainnya.

F. Tahapan Yang Perlu Dilaksanakan
a. Perencanaan
b. Pelaksanaan
c. Pengawasan
d. Evaluasi

G. Pendanaan
Untuk melaksanakan ide ini dibutuhkan dana untuk :
- pengadaan buku bacaan
- pengadaan tempat buku bacaan
- pengadaan atk
Adapun sumber dananya bisa berasal dari
1. dana alokasi pemerintah desa untuk perpustakaan desa
2. Sumbangan masyarakat kelompok/perorangan
3. Sumbangan CSR lembaga/instansi/perusahaan milik negara/swasta
4. Sumbangan lain yang tidak mengikat
Besarnya dana sangat tergantung dari jumlah warung atau pos kamling yang dicover.



H. Sumber Buku
Agar efisien dalam pendanaan maka untuk pengadaan tak harus membeli tapi buku bisa diambil dari beberapa sumber berikut ini.
1. Sumbangan Perpustakaan Daerah
2. Koleksi Perpustakaan Desa/Kelurahan
3. Sumbangan dari CSR Pihak lembaga/instansi/perusahaan pemerintah/swasta,
4. Sumbangan dari masyarakat kelompok/perorangan

I. PELAKSANA IDE
Ide ini bisa dilaksanakan secara perseorangan maupun secara kelompok. Intinya dibutuhkan relawanyang bisa berasal dari :
1. Pengurus Perpustakaan baik perpustakaan daerah, perpustakaan desa, rumah baca/taman baca.
2. Anggota BKM/LKM/KSM dan relawan pemberdayaan masyarakat yang ada di hampir setiap desa/kelurahan
3. Pengurus dan Anggota Karang Taruna desa/kelurahan
4. Relawan lainnya yang memiliki kepedulian kepada masyarakat

J. Waktu Pelasanaan
Ide ini bisa dilaksanakan kapan saja.

5.TAMAN CURHAT ANAK


taman curhat anak atau yang sering disebut dengan layanan TCA merupakan layanan yang sebenarnya di fokuskan untuk anak anak.dalam layanan ini,petugas perpus atau relawan yang bertugas,menerima atau melayani konsultasi  anak anak.atau lebih sering mereka menyebutnya tempat mencurahkan keinginan,dengan harapan kita petugas perpus atau relawan,menyeleseikan dan memfasilitasi masalah yang sedang mereka hadapi.karena dijaman seperti saat ini,tak jarang kesibukan orang tua akan pekerjaannya sekaligus sebuah anggapan bahwa anak anak dirasa cukup dengan pendidikan formal saja,sehingga perhatian kepada mereka sangat kurang.hal inilah yang membuat kami memilih inovatif ini sebagai solusi,sekaligus membantu anak anak menghadapi masalah.saya contohkan salah satu anak yang miskomunikasi dengqan ortu,sang anak inigin masuk kesekolah madarasah tsanawiyah,sementara ortu menghendaki si anak masuk sekolah negri.dari curhatan itu,kita mendatangi orang tuanya menerangkan keinginan si anak,karena tidak sedikit kasus keinginan anak atau cita cita yang tidak tercapai,hanya karena kesalahan langkah kecil.dan apabila cita cita ini tidak di imbangi dengan dukungan ortunya,maka sudah pasti cita cita itu hanya sebuah mimpi belaka.akhirnya setelah kita mengobrol dengan keluarga dan kedua ortunya,sang anak kini bisa masuk kesekolah yang di inginkan.ada juga kasus lain seperti yang saya uraikan dibawah ini.

fakir miskin dan anak terlantar di pelihara oleh negara..........
itulah yang saya tau,karena itu merupakan pelajaran waqtu sd,dan kebetulan saya adalah anak peringkat ke dua dari belakang dan jumlah siswanya hanya 48.saya uraikan kronologinya ada anak yang kebetulan waktu itu kita ketahui dari salah satu keterangan warga dan akhirnya kita telusuri.berawal dari itu,sore itu pengurus pesantren sekaligus yayasan yatim piatu kita pertemukan dengan anak yang bernama ifan,dan sekaligus orang tuanya datang curhat.maaf saya lupa dokumentasi curhatnya,karena kita sungguh sangat terharu,karena si ibu bercerita bahwa si ifan belum mengenyam pendidikan sama sekali sementara dokument identitas tidak di pegang sedikitpun oleh ibunya,kayak sepeda kosongan saja,hanya ada ktp ibunya.disitu ibunya menceritakan bahwa si ifan pingin sekali bisa mondok dan sekolah,dengan harapan bisa membantu ibunya dan mendoakan ibunya setiap hari.dan si ifan setahu istri saya dia sering mencari barang bekas di sekitar tetangga dan uangnya digunakan untuk jajan.maklum,penghasilan ibunya sungguh sangat lumayan besar yaitu 500rb perbulan sebagai tukang cuci di salah satu londre,dan itu gaji di terima penuh bila satu bulan kerja tanpa libur.lalu apakah gaji segitu cukup untuk biaya hidup,silahkan berfikir sendiri dengan kondisi punya dua anak.itu sebagian curhatnya.
alhamdulilah,satu curhat terseleseikan,insya allah hari minggu besok,kita mengantarnya disalah satu pesantren tahfidzul quran,gratis,ples biaya hidup dan sekolah,fainsya allah sampai kuliah.
dari pengalaman ini,marilah sekali lagi kita tengok lingkungan kita,apa yang bisa kita lakukan untuk kebaikan bersama.itulah sedikit kisah tentang taman curhat anak.

6.layanan konsultasi
  untuk layanan konsultasi,kita memiliki relawan yang sangat kompeten di dalamnya,atau sesuai dengan bidangnya.
layanan konsultasi yang bertujuan membantu masyarakat yang mengalami kesulitan,dan layanan konsultasi inipun bersifat fleksibel,dalam artian ketika kita pingin konsultasi,maka saya dibuatkan jadwal ketemuan.ini bertujuan untuk memudahkan kedua belah pihak,karena setiap harinya belum pasti ada yang menggunakan layann konsultasi ini.oleh karena itu pertemuan dan jadwal ini menjadi alternatif.sedang untuk layanan dokter atau kesehatan,bisa setiap hari senin jam 12 siang nyampai jam satu siang.
inilah layanan konsultasi yang kami sediakan
1.konsultasi ruang dan bangunan
2.konsultasi kesehatan.
3.konsultasi pendidikan.
4.konsultasi hukum.

7.program berilmu dan beramal untuk kelestarian alam
layanan ini hanya sebatas pemberian bibit tanaman untuk pribadi atau perorangan yang ingin menanam atau penghijauan namun tidak memiliki tanaman.perpus tim menyediakan tanaman sebagai berikut.
1.bibit tanaman sirsat
2.bougenvil.
3.jeruk nipis.
4.jeruk sambal.
5.pohon jati.
6.pohon sengon.
7.pinang dll







RANAH UNEG UNEG

     perpustakaan desa,walau kecil masih bisa memberikan kemanfaatan sebagai penyambung tangan dari perpusda,namun dari pihak desa atau dinas yang bertautan,terkadang kurang perhatian.dan hal inilah yang menyebabkan kurang berkembangnya atau matinya perpusdes,disamping karena hanya sedikitnya insentif atau malah sama sekali tidak ada insentif yang diberikan pemerintah desa dan tidak adanya penghargaan juga disebabkan banyaknya tekanan tekanan kepada para relawan pengembang minat baca.padahal andaikan kita rujuk ke undang undang.perpustakaan desa sebenarnya memilik payung hukum.namun banyak yang tidak mau tau dan tidak pula tau.
      mendirikan sebuah perpustakaan atau taman bacaan sebenarnya sangat mudah terutama bagi lembaga pemerintahan yang di dukung dari segi pendanaan yang mencukupi,namun perlu diketahui,jika tak di imbangi dengan semangat menjaga dan mengembangkan perpustakaan yang sudah ada.maka niscaya perpustakaan yang sudah ada akan tenggelam dan akhirnya tiada.lalu untuk apa berupaya mendirikan yang baru,jika yang ada tak dijaga??? 

KEINGINAN PERPUS TIM
sebagai relawan perpus tim,kita punya angan angan perpustakaan ini nantinya bisa seperti gambar denah yang ada diatas,dimana tempatnya sudah bisa pindah ke tanah depan perpus saat ini,karena lokasi tanah kita yang sedang sengketa dan bukan milik pemdes,dan di depan perpus tim merupakan lahan TKD yang bisa kita tempati.di bagian depan adalah perpustakaan,dibelakang ada wahana atau taman rekreasi keluarga sekaligus dibelakangnya ada tempat berbagai macam tanaman toga yang dimana para pengunjung bisa mengambil tanaman tersebut setelah mereka membaca buku tentang kesehatan atau pengobatan misalnya.namun saya sendiri tidak tau,hal ini akan terealisasi di thn 2000 berapa saya tidak tau,atau malah ketika tanah yang sengketa ini diambil pemilik sah nya,perpus tim sudah hilang,karena tak ada tempat lagi untuk bernaung.



itulah kilasan balik tentang perpus tim yang ada di sukorejo,namun masih banyak sebenarnya yang masih pingin kami ceritakan kepada anda semua.namun karena keterbatasan kemampuan saya,maka hanya ini yang dapat kami sampaikan seputar perpus tim.

SALAM SUKSES UNTUK ANDA SEMUA

Senin, 17 Februari 2014

KEGIATAN PERPUSTAKAAN TAMAN ILMU MASYARAKAT DI TAHUN 2014

                Di tahun 2014 ini ada beberapa kegiatan yang sudah kita lakukan:

1.PELATIHAN DAN LOUNCHING PEMBUATAN PAKAN BURUNG

        pemberdayaan ekonomi berupa pelatihan dan sekaligus lounching pembuatan pakan burung.Yang dilaksanakan tgl 26 januari .dalam hal ini,kita bekerja sama dengan lembaga keswadayaan masyarakat (LKM).Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat menengah kebawa dengan harapan sinkronisasi antara buku yang disediakan sekaligus implementasi dari buku yang dibaca.




                                                                                 

iklan singkat

ITULAH GAMBARAN SNGKAT TENTANG PELATIHAN ATAUPUN LOUNCHING PAKAN BURUNG.semoga kedepannya sukses dan apa yang mereka cita citakan dapat membuahkan hasil.


2.lomba mewarnai

          Lomba mewarnai yang dilaksanakan tanggal 16-02-2014 ini bertujuan untuk lebih mengajari anak anak untuk bisa berkreasi.khususnya anak usia tk,paud atau plaigroup dan ra.Namun kemarin pada hari minggu itu,sedikit sekali peserta yang mengikuti lomba mewarnai.Hal ini lebih disebabkan masih banyaknya debu debu yang beterbangan akibat meletusnya gunung kelud.Sehingga orang tua enggan mengantarkan anaknya untuk mengikuti lomba mewarnai tersebut.namun tanpa kurang akal dan siasat.kecerdasan para relawan perpustakaan taman ilmu masyarakat dalam hal membaca suasana.dengan memanfaatkan kertas lomba mewarnai,sekaligus dukungan dari perpusda dan grible,kita ajak para pengunjung dan pengantar perpustakaan seperti ibu ibu dan adik adik yang usia sd,tak ketinggalan pula sebagian bapak bapak,ikut kebagian kertas lomba.
 inilah sebagian gambaran pada acara tersebut.



















itulah kilasan balik untuk sementara waktu,trimakasih untuk semua pihak yang mendukung hingga terselenggaranya acara tersebut.

Selasa, 17 Desember 2013

TAMAN CURHAT ANAK



      Sebagian orang beranggapan kalau ada kata perpustakaan, maka akan terbayang buku atau majalah,seperti pemikiran saya dulu.Namun dengan semakin canggihnya teknologi informasi dan berkembangnya jaman  anggapan tersebut seharusnya kurang tepat, dengan tidak bermaksud menghilangkan fungsi awal dari perpustakaan, yaitu diantaranya menyediakan koleksi baik tercetak maupun non cetak, perpustakaan saat ini sudah banyak dilengkapi dengan teknologi modern. Audio visual, internet. dan berbagai perangkat teknologi informasi lainnya telah menghiasi ruang perpustakaan.
      Perpustakaan yang tidak mau merubah dirinya, maka akan ditinggalkan oleh pengunjungnya, karena dengan browsing di kamar tidur atau ditempat-tempat mengasyikan baik cafe, maupun mall, kita dapat menelusur berbagai informasi, baik dari perpustakaan maupun dari berbagai tempat lainnya. Bekerja yang terus menerus di suatu tempat tentu suatu saat akan mendapatkan kejenuhan. Untuk mengatasi hal tersebut ada beberapa cara, diantaranya adalah dengan kreativitas dan inovasi.
    Jangan hanya melulu rutinitas yang dikerjakan, tetapi coba dengan berbagai alternatif yang sekiranya memberikan suatu perubahan (inovasi), atau juga bentuk kreativitas.
Inovasi di perpustakaan dapat dilakukan pada berbagai jenis layanan, misal untuk pelayanan: Perpustakaan saat ini harus sudah dilengkapi dengan seorang jasa bimbingan plus konsultasi, yang dapat merujuk kebutuhan pengunjung untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam perkuliahan ataupun permasalahan sosial lainnya. Di perpustakaaan banyak dijumpai mahasiswa yang mengalami kesulitan ketika menghadapi tugas akhir,atau para pengunjung yang mencari berbagai macam trik hidup bahagia,agar terhindar dari segala kesulitan sosial. disinilah peran pustakawan harus dapat membantu menuntut dan memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengunjung perpustakaan. Hal ini perlu diterapkan di perpustakaan-perpustakaan sebagai bentuk palayanan prima agar para pengunjung terpuaskan, jadi tugas pustakawan pun membantu para pemustaka tentang bagaimana menulis sebuah karya tulis ilmiah dan cara mengolah data-data yang dibutuhkan Demikianlah salah satu bentuk inovasi di perpustakaan, tentunya masih banyak inovasi yang lainnya yang dapat digali di perpustakaan.karena perpustakaan sendiri merupakan tempat berkumpulnya berbagai macam ilmu yang dibutuhkan setiap insan.
dan tentu saja hal demikian bergantung pada kemampuan atau besaran angaran dana yang dibutuhkan,karena tentunya bisa menghabiskan biaya yang tidak sedikit.kalo kita menengok negara negara tetangga yang dimana perpustakaan mereka jauh lebih maju dari pada perpustakaan di negri kita tercinta.

   dan untuk saat ini perpustakaan taman ilmu masyarakat telah memiliki layanan konsultasi semenjak tahun 2012.adapun yang sudah dilakukan dari layanan tersebut sebagai berikut:

1.membantu mereka yang tidak memiliki kartu sehat untuk berobat bagi warga yang tidak mampu.
  program ini kita link dengan rumah sakit baznas yang ada di kelopo sepuluh sidoarjo.

2.program pendidikan atau untuk mereka yang punya hutang.
  program ini kita rekomendasikan agar mereka datang langsung ke kantor ydsf yang ada di sidoarjo tepatnya di desa  pagerwojo perum Graha Anggrek Mas Regency A-2.jadi kita hanya membantu atau mefasilitasi kedua belah pihak 

3.program bedah rumah bagi mereka yang layak mendapatkan,
 khusus untuk ini,kita bekerja sama dengan pnpm atau LKM yang ada di desa sukorejo,ini contoh videonya,
 silahkan dilihat,maaf ini msh dalam proses,,, http://www.youtube.com/watch?v=OV-nEx_HEwI
4.santunan anak yatim dan beasiswa bagi mereka
  untuk program ini,kita langsung pertemukan mereka dengan donatur atau kita galang dana dan langsung      diberikan pada mereka yang berhak
5.layanan curhat masalah sosial lainnya.
itulah beberapa layanan yang ada di taman curhat anak yang merupakan bagian dari perpustakaan taman ilmu masyarakat.yang walau di bangunan usang dan hampir hancur dan tanahnya juga sengketa,kita berharap masih bisa menyisihkan kebaikan untuk alam dan sesama.

sedang untuk program taman curhat di thn yang akan datang 2014

 1.konsultasi kesehatan.
 2.konsultasi pendidikan anak.
 3.konsultasi ruang dan bangunan.
 4.konsultasi hukum.

SEMUA DITANGANI OLEH ORANG ORANG YANG AHLI DI BIDANGNYA.

semoga rencana tersebut bisa terwujut,untuk lebih meningkatkan fungsi fungsi perpustakaan dan tentunya semua itu masih tetap sama GRATIS TIS.


 DOAKAN YAH SEMOGA BISA TERWUJUT TANPA KENDALA.

Sabtu, 25 Mei 2013

karnaval perpustim

http://www.youtube.com/watch?v=8_AVJP-pjng   inilah sebagian gambaran antusias masyarakat yang semangat sekali dalam menyemarakkan karnaval dengan 3 tema.
1.cinta membaca
2.cinta alam 
3.cinta lingkungan.
karnaval ini diharapkan dapat menjadi salah satu media publikasi perpustakaan,yang dimana nantinya diharapkan dapat menggait semakin banyak pembaca buku di perpustakaan.

Sabtu, 04 Mei 2013

MUSEUM PIRANTI LUNAK

        Sudah lama sekali hal ini terbersit dalam pikiran yang paling dalam,namun baru mulai bulan februari 2013,hal ini baru mulai dapat saya wujutkan.MUSEUM PIRANTI LUNAK.saya kembalikan ke alur di mana saat itu saya punya teman yang ketika saya bicara tentang ide saya ini,dan respon dia sangat bagus dengan pandangan nantinya,begini dan begitu.namun saat itu ide saya masih mengambang,karena tidak tau bagaimana cara mengawalinya dan kita dapat dari mana piranti piranti tersebut akan saya dapatkan,toh dak mungkin dengan kondisi ekonomi saya yang seperti ini harus membeli,sebagai langkah awal.
    Akhirnya saya bertemu dangan salah seorang teman,yang kebetulan ahli komputer,jadi secara otomatis dia punya banyak barang bekas yang sudah tidak terpakai.lalu sekitar pukul 11 malam saya bersama seorang teman,datang kerumahnya,guna meminta beberapa piranti yang sudah tidak terpakai lagi,atau sudah rusak.alhamdulilah,tuhan maha pemurah,dengan rahmatnya,taman saya tersebut memberikan beberapa dan inilah potretnya pirantinya.
   

    Itulah langkah kecil yang menjadi awal yang sangat baik bagi saya,karena tidak menutup kemungkinan hal ini nantinya akan menjadi sesuatu yang sangat besar .lalu tak berselang lama,saya mendapatkan beberapa blender yang sekali lagi maklumlah,namanya juga barang bekas,jadi keadaannya memang sudah tidak lagi layak pakai.inilah potretnya.

      tulah blender merek philip,fun care lalu merek denpoo.yang telah kita dapat dari orang orang yang sudih bersedekah demi ilmu pengetahuan.
ada juga hp yang telah kita dapatkan dari sedekah orang juga.ini dia fotretnya.

itu adalah hp merek viteel,lalu hp merk sony ericson dan hp merk asiafone.tidak hanya itu,kita juga mendapatkan piranti yang lain seperti printer yang ada secan nya,entah ini keluaran tahun berapa,saya tidak tahu.inilah fotonya.
itu adalah printer sekaligus scan merek canon.
tidak hanya itu saja,saya juga mendapatkan pompa air

Itulah pompa air merk shimizu yang kita dapatkan.PERPUSTAKAAN sekaligus museum alat elektronik,bertujuan untuk memberikan ilmu secara langsung untuk generasi saat ini dan masa masa yang akan datang.karena dari semua piranti yang ada nantinya kita akan coba buka dan memberi nama untuk setiap element,dengan maksud agar mudah di ketahui,ini namanya apa,dan nantinya,kita akan buatkan semacam tab kecil dibawahnya,yang akan menerangkan apa fungsi dari masing masing element tersebut,sehingga semua pengunjung dapat mengetahui secara langsung seperti apa dalamnya alat elektronik yang kita pakai selama ini.museum alat elektronik,menurut saya suatu hal yang sangat mungkin kita kombinasikan,karena terkadang para pengunjung perpus  mencari tentang buku alat elektronik,jadi kenapa tidak jika kita berikan inilah elektronik tersebut.dan saya yakin,mungkin untuk saat ini hal tersebut akan di pandang sepele atau sebelah mata,namun saya mencoba menembus masa yang akan datang dan coba anda bayangkan,ini akan menjadi suatu kajian ilmu yang sangat penting untuk seratus, dua ratus, atau tiga ratus tahun yang akan datang,asalkan tiap generasi penerus kita mampu menjaganya dengan baik.
sekarang saya mencoba mengajak para pembaca,mungkin dulu anda mengetahui hp itu suatu yang tidak mungkin di miliki oleh orang kecil,namun dengan berjalannya eskalator waktu,sekarang semua orang dapat memilikinya,namun hanya sedikit dari mereka yang mengetahui apa isi dari hp tersebut.jadi,saya yakin,ini adalah ilmu yang sangat penting bagi setiap massa.